Not-
Found
Tampilkan postingan dengan label Taushiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taushiyah. Tampilkan semua postingan

Kaji Al-Qur'an Yuk Sahabat (Al Fatihah)

Assalammu'alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahirobbil'aalaamiinn. Assholaatu wassalaamu 'ala asyrofil anbiyai walmursaliinn, wa'alaa 'aalihii wa ashaabihii ajma'iinn. Asyhadu'allaa ilaa haillAllah, wa asyhadu annaa Muhammadar Rosuulullaah. 'Aammaa badu. Bagaimana kabarnya nih para sahabatku sekalian? InsyaAllah pasti baik semuanya kan ya. Baiklah kali ini kita akan membahas surat Al-Fatihah yang merupakan salah satu surat terpenting dalam ajaran Agama ISLAM.

Berikut mari kita simak Surat Al Fatihah yang berjumlah 7 ayat :
1.  Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
2.  Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
3.  Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
4.  Yang menguasai di hari Pembalasan.
5.  Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan Hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
6.  Tunjukilah kami jalan yang lurus,
7.  (yaitu) jalan orang-orang yang Telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Surat ini adalah surat yang diturunkan di Makkah sehingga digolongkan kepada surat-surat Makiyyah. Al Fatihah ini juga disebut sebagai Ummul Kitab karena merupakan induk dari Al Kitab / Al Qur'an. Al Fatihah ini juga sering disebut dengan As Sab'ul Matsaany atau tujuh yang berulang-ulang, karena surat Al Fatihah ini selalu kita baca dalam setiap sholat. 

Para Sahabatku sekalian, surat Al Fatihah ini merupakan surat yang menjadi intisari Al Qur'an. Didalamnya merupakan pokok-pokok isi Al-Qur'an.

Allah adalah Tuhan kita, dan jangan sampai kita memiliki sekutu atas-Nya. Allah SWT selalu memberi kita kemudahan segala hal dan sangat menyayangi kita. Ketika kita meminta kepada-Nya dengan tulus ikhlas disertai usaha yang maksimal InsyaAllah Allah akan mengabulkan doa hambanya itu. Akan tetapi, jikalau Allah belum memberikan apa yang kita inginkan, mungkin itu adalah kemauan dari Allah untuk kita memiliki atau menjadi sesuatu yang lain. 

Sahabatku sekalian, apakah kita sudah yakin bahwa jalan yang kita tempuh selama ini sudah benar. Saya pesankan kepada Sahabatku semuanya dan termasuk diri saya tentunya, kita harus tetap dekat kepada Allah. Mintalah apapun kepada Allah, dan jangan ragu karena Allah mengetahui bahwa hambanya adalah makhluk yang lemah dan penuh dengan kekurangan. 

Marilah kita berusaha untuk menjauhi maksiat, menghindari hal-hal kurang atau bahkan tidak bermanfaat. Carilah sahabat atau teman yang selalu merindukan Jannah-Nya. Karena bi'ah atau lingkungan tempat kita tinggal, bekerja, menuntut ilmu dan sebagainya akan selalu mewarnai diri kita. Marilah kita perbaiki diri kita dengan sholat tepat pada waktunya, sholat dengan berjamaah, mengamalkan amalan sunnah, puasa dan lain sebagainya. Ingatlah, waktu kita akan terus selalu berkurang-dan berkurang. 

Dan Allah akan mengahadiahi para ummat-nya yang senantiasa berjalan lurus sesuai dengan kehendak-Nya. Seperti yang Allah SWT firmankan kepada kita semuanya, marilah kita menjauhi jalan-jalan yang Allah murkai dan yang sesat. InsyaAllah Sahabatku, marilah kita bersama-sama mengarungi hidup ini dengan berusaha sebaik mungkin dan dengan tawakkal.

 Wassalammu'alaikum Wr. Wb. 

Posted by
IKEBA

More

Care dong! with our environtments

Yups, itulah judul yang coba kita telaah kali ini. Apa hayo artinya, benar sahabat kita mesti, kudu, harus, must take care (red-menjaga) lingkungan kita. Coba sahabat lihat fakta-fakta yang terjadi di sekitar kita, tampaknya masyarakat banyak yang sudah melupakan arti dari menjaga lingkungan. Kebersihan lingkungan misalnya, kayaknya saat ini kok banyak yang ndak peduli ya sama kebersihan. Habis makan, eh sampahnya dibuang di got (red-selokan), dibuang di jalan, dan di di yang lainnya. Wah, aneh ya sahabat, padahal hal itu kan sebenarnya secara tidak langsung nantinya akan merugikan diri mereka sendiri serta orang lain.

"Atthuhuuru syatruul iimaani", kebersihan adalah sebagian dari iman (HR Muslim). Tuh khan sahabat, ada hadistnya lagi, ternyata kalau kita menyatakan bahwa kita beriman kepada Allah maka kita juga harus mau untuk menjaga kebersihan, ya khan. Yups, memang iman tidak hanya diucapkan bil qalbi wa bil lisaan (red-hati dan lisan) saja, tetapi juga dalam bentuk action atau amal-amal kita secara nyata. Huh, susah ya ternyata, nggak juga kok kalau kita mau berusaha. Masa kita kita kalah dibanding dengan negara-negara Barat sih, jangan dong. Mereka saja nggak berani lho untuk buang sampah sembarangan, jangankan plastik, benda-benda yang kecil saja mereka takut (ada dendanya juga sih). Luaar biasa ya, bagaimana dengan negara kita ya? Kayaknya di negara kita hampir pasti ditemukan sampah di setiap meternya ya. Bahkan kita lihat sungai-sungai yang ada di sekitar kita, tampaknya sudah tidak ada yang orisinil lagi ya sahabat, semuanya sudah complete (red-lengkap) kaya es campur, he he. Ada pakaian, plastik, kayu-kayu, pohon, barang-barang elektronik, wah lengkap deh pokoknya sahabat. Nah, lama-kelamaan kan bisa jadi bencana seperti banjir, perubahan iklim, kerusakan alam, ketiadaan udara bersih, ketiadaan lingkungan nyaman, dan dampak buruk lainnya.

Terus, bagaimana nih sikap kita sahabat? Ya, kata Aa Gym tuh 3 M, mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil-kecil dan mulai dari sekarang. SubhanAllah, berarti memang kita harus mulai dari diri kita sendiri ya sahabat, apakah kita sudah membiasakan untuk hidup bersih? Kalau sudah berarti kita sudah dapat memberikan contoh baik minimal bagi kita sendiri dan juga orang lain. Wah ternyata itu baru satu poin lho sahabat yaitu menjaga kebersihan, belum lagi hal lainnya. Tetapi jangan takut ya, yang penting tadi, kita mulai dari yang kecil-kecil dan dimulai dari sekarang, kemudian bertahap untuk memperbaiki hal lainnya. Kalau sudah berhasil maka kita dapat mengajak orang-orang di sekitar kita untuk melakukannya juga. Siip deh, kalau begitu mari kita gemakan untuk menjaga lingkungan di sekitar kita ya sahabat. Selamat berjuang ya!!

Posted by
IKEBA

More

Bangsa Hebat dengan Taubat

Kehidupan dunia ternyata merupakan singgahan yang sangat singkat sahabat. Hanya hitungan sepersekian detik atau menit mungkin apabila diukur dengan waktu akhirat. Dengan kenyataan yang secara riil kehidupan saat ini semakin rusak dengan berbagai tipu daya. Luar biasa, tapi begitulah keadaannya umat di akhir masa memang telah jauh-jauh hari diprediksikan oleh Rasulullah SAW semakin jauh dari agama, Ad-Dienul Islam. Seperti diungkapkan juga bahwa umat di akhir masa itu seperti buih di lautan, jumlah pengikutnya sangat banyak tetapi mudah terombang-ambing oleh gelombang ombak.

Ya sahabat, itulah sepenggal keterangan yang memang sudah terbukti adanya. Kerusakan moral dimana-mana, keburukan dianggap sebagai kebaikan, sedangkan kebaikan dianggap sebagai keburukan, aneh bukan. Sekarang kita berada ditengah masyarakat yang "aneh", sudah jelas-jelas hukum syariah di dalam Al-Qur'an dikatakan haram, dengan logika sesat orang-orang yang tidak bertanggung jawab tadi mengatakan halal. Wow, sebuah mekanisme perusakan akhlak, akidah, muamalah yang teratur tapi pasti. Tetapi ketika ditanya apa agamamu? Islam jawab mereka, jawaban ini semakin menyesakkan dada karena ternyata lebih sulit lagi perusakan banyak dilakukan oleh orang-orang yang "mengatasnamakan" beragama Islam sementara akhlak, akidah, muamalah dan sebagainya jauh dari Islam itu sendiri. Mungkin seperti pada zaman Belanda dengan Snouk Horgronye-nya, tapi saat ini lebih ekstrim lagi, karena merupakan perusakan internal.

Belum lagi korupsi yang dianggap sebagai gaji, aneh ya sahabat? Kenapa yang seperti ini ndak sadar-sadar ya. Sogok menyogok dianggap biasa, ndak mau dekat agama padahal nantinya menunggu siksa, naudzubilah min dzalik. Ditambah lagi banyak anak-anak lahir tanpa ibu bapak (red-karena seks bebas), meningkatnya jurusan kedokteran mental tempe (red-narkoba/nyuntik diri sendiri), kekerasan dimana-mana, nampaknya semua itu menjadi tontonan kita semua setiap hari di warta kota dan berita-berita.

Mungkin ini adalah hukum kisos dari Allah terhadap bangsa Indonesia saat ini. Allah berikan gelombang besar (tsunami) di Aceh dan sekitarnya hingga masyarakatnya porak poranda dengan ratusan ribu korban jiwa, kemudian gempa bumi melanda Yogyakarta, ditambah lagi gempa berurutan di beberapa daerah di Indonesia sehingga memakan banyak korban jiwa, banjir besar dimana-mana, meningginya tingkat kemiskinan, dan lain sebagainya. Pertanyaannya, masih belum sadarkah kita? Tampaknya sulit untuk menunggu jawaban semuanya satu-persatu.

"....... dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung" (Q.S. An Nur : 31). Lihatlah sahabat, secara terang-terangan Allah telah menjelaskan kepada kita semua untuk bertaubat kepada-Nya. Bahkan Rasulullah SAW, sebagai orang dijamin oleh Allah masuk syurgapun selalu beristighfar dan bertaubat lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari, subhanAllah ya sahabat. Rasulullah dalam sabdanya juga mengatakan bahwa di antara umat sebelum kamu sekalian terdapat seorang lelaki yang telah membunuh sembilan puluh sembilan orang. Lalu dia bertanya tentang penduduk bumi yang paling berilmu, kemudian dia ditunjukkan kepada seorang pendeta. Dia pun mendatangi pendeta tersebut dan mengatakan, bahwa dia telah membunuh sembilan puluh sembilan orang, apakah tobatnya akan diterima? Pendeta itu menjawab: Tidak! Lalu dibunuhnyalah pendeta itu sehingga melengkapi seratus pembunuhan. Kemudian dia bertanya lagi tentang penduduk bumi yang paling berilmu lalu ditunjukkan kepada seorang alim yang segera dikatakan kepadnya bahwa ia telah membunuh seratus jiwa, apakah tobatnya akan diterima? Orang alim itu menjawab: Ya, dan siapakah yang dapat menghalangi tobat seseorang! Pergilah ke negeri Anu dan Anu karena di sana terdapat kaum yang selalu beribadah kepada Allah lalu sembahlah Allah bersama mereka dan jangan kembali ke negerimu karena negerimu itu negeri yang penuh dengan kejahatan! Orang itu pun lalu berangkat, sampai ketika ia telah mencapai setengah perjalanan datanglah maut menjemputnya. Berselisihlah malaikat rahmat dan malaikat azab mengenainya. Malaikat rahmat berkata: Dia datang dalam keadaan bertobat dan menghadap sepenuh hati kepada Allah. Malaikat azab berkata: Dia belum pernah melakukan satu perbuatan baik pun. Lalu datanglah seorang malaikat yang menjelma sebagai manusia menghampiri mereka yang segera mereka angkat sebagai penengah. Ia berkata: Ukurlah jarak antara dua negeri itu, ke negeri mana ia lebih dekat, maka ia menjadi miliknya. Lalu mereka pun mengukurnya dan mendapatkan orang itu lebih dekat ke negeri yang akan dituju sehingga diambillah ia oleh malaikat rahmat. (Shahih Muslim No.4967)

Subhanallah ya sahabat, Allah ternyata selalu membuka pintu maafnya yang luas kepada kita semua. Semuanya kembali lagi kepada kita, maukah kita bertaubat untuk tidak mengulagi perbuatan-perbuatan negatif kita. Kalau negeri yang terkenal dengan lempar batu jadi tanaman ini mau kembali menjadi negeri yang makmur. Maka, marilah segenap rakyat bangsa ini memulainya dengan bertaubat kepada Allah dan memperbaiki segala kesalahan-kesalahan kita semua. Kemudian yakinkan masing-masing kita untuk untuk segera bangkit dari segala keterpurukan yang melanda, insyaAllah dengan ridho Illahi. Amin.

Posted by
IKEBA

More

Memakmurkan Masjid Yuk

"Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk." (Q.S. At Taubah : 18)

Subhanallah, walhamdulillah, walaailaa ha illAllah huwAllahu Akbar. Bagaimana kabar sahabat? Baik khan. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas urgensi orang-orang yang memakmurkan masjid. Seperti difirmankan Allah SWT pada surat At Taubah di atas, hal ini menggambarkan bahwa kita sebagai muslim memang diwajibkan sekali untuk memakmurkan Masjid. Sebagai contoh pada zaman Rasulullah SAW, hal yang pertama kali dibangun ketika sampai pada suatu tempat yang baru adalah dengan membangun masjid. Fungsi dari masjid itu sangat banyak,benar khan sahabat, dimulai dari fungsi syar'i atau yang berkaitan dengan ilmu-ilmu terhadap pemahaman agama, sosial, politik, , ekonomi, hankam, iptek dan hampir semua permasalahan umat bisa diselesaikan di masjid, subhanAllah.

Fungsi sosial misalnya, sebenarnya kita bisa membandingkan dengan mudah secara jelas lho. Coba kita melihat orang-orang yang berada di sekitar kita yang rajin berjamaah ke masjid. Bagaimana interaksinya dalam masyarakat, hampir sebagian besar dari mereka dapat menjalankan fungsi sosialnya dengan baik dibanding dengan orang-orang yang jarang berjamaah ke masjid, ya khan. Kemudian biasanya mereka mempunyai akhlak yang insyaAllah lebih baik juga, betul. Kata orang-orang mah orang alim gitu, jangan takut ya dikatakan orang alim. InsyaAllah dengan niatan yang hanif, hal tersebut akan menjaga seseorang dari keburukan-keburukan. Kadangkala orang yang sinis menganggap, ah orang alim juga banyak yang ndak benar. Iya, tapi kan faktanya sudah membuktikan bahwa memang kita bisa lihat secara nyata, siapa yang paling banyak di penjara? Orang yang banyak sholat ke masjid atau yang jarang, siapa biasanya orang yang kuper (red-kurang pergaulan)? Orang yang suka berjamaah di masjid atau orang yang jarang, siapa biasanya orang yang penyabar? dan masih banyak lagi, lagi lagi yang lain. So, apakah sahabat masih meragukan fungsi dan peran masjid? Ask to yourself (ciee english man).

Orang-orang yang mau berjamaah kemudian memakmurkan masjid tentunya akan mendapatkan banyak sekali keuntungan (red-benefit). Tadi kan kita sudah tahu fungsi sosial, kita ambil contoh fungsi ekonomi. Coba kita telaah sistem ekonomi Islam dibandingkan dengan sistem ekonomi Barat (red-Israel punya). Luar biasa, sistem ekonomi kita dengan prinsip "ta'aun" (red-menolong) mampu membangkitkan ekonomi umat secara keseluruhan. Seperti kisah pada masa sahabat, dimana sahabat cukup kebingungan untuk mencari seseorang yang cocok untuk diberi zakat, karena ternyata pada saat itu semua rakyat sejahtera. Baitul mal contohnya, sistem ekonomi yang mirip dengan koperasi ini siap membantu memberdayakan umat tanpa prinsip riba. Gampangnya begini, apabila ada seorang peminjam yang ternyata mendapat keuntungan dari usahanya, maka keuntungan tersebut akan dibagi berdasarkan kesepakatan (red-jadi bukan atas bunga) atau sering disebut sistem bagi hasil. Tapi apabila rugi, si peminjam cukup mengembalikan sisa usaha yang ada. Manusiawi bukan, sebaliknya sistem ekonomi kapitalis punyanya Barat tetap diwajibkan untuk membayar hutang yang ada plus bunga, apabila tidak dibayar bunganya akan terus berbunga dan berbunga sepanjang masa. Mungkin kalau bisa segera dilunasi ndak apa-apa (red-ruginya ndak banyak), tapi kalau tidak, bisa-bisa warisan hutang sampai tujuh turunan.

Wah ternyata banyak sekali ya sahabat fungsi masjid, luaar biasa. Hal itu semua baru untuk hidup kita di dunia lho. Coba kita transformasikan ke amal shalih, subhanAllah, Allah telah menjanjikan pahala yang besar untuk kita semua. Setiap langkah kaki kita dihitung sebagai amalan (red-subhanAllah, berapa langkah ya), apalagi kalau rumah kita jauh dari masjid semakin banyak langkahnya ya. Kemudian nilai shalat berjamaah yang dua puluh tujuh kali lipat dari shalat sendirian, wah besar sekali ya sahabat. Belum lagi pahala-pahala silaturahmi (red-ukhuwah), dan lainnya. Masih takut atau enggan pergi ke masjid? Jangan ya, insyaAllah Allah akan melipat gandakan amalan kita, rezeki, dan sebagainya. Ok, yuk sekarang kita berangkat ke masjid. Wassalam.

Posted by
IKEBA

More

Sabar dong friends !!

"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS Al Baqarah : 153) "

Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS Al Anfaal : 66)

Alhamdulillah sahabat, kali ini kita akan membahas keutamaan sabar or patient (red-kata orang2 Inggris). Sabar, yups sebuah kunci kebaikan yang luar biasa hebatnya, dari sabar tersebut kita akan banyak sekali menemukan manfaatnya. Seperti di terangkan pada Surat Al-Baqarah di atas, bahwa sebagai orang yang beriman harus bersabar dalam segala permasalahan hidup yang ada, bersamaan dengan sholat sabar juga akan menjadi penolong kita semua. Contoh perbuatan sabar yang cukup sering kita dengar adalah sabar ketika seseorang mampu menahan amarah. Hayoo, siapa yang sering marah? He he, jangan ya. Seseorang apabila sedang marah kemudian emosinya tidak terkontrol maka mudah bagi syetan untuk masuk, sehingga semakin menjadi-jadilah marah seseorang. Luar biasa ya! Makanya kita mesti kudu belajar bersabar, karena kemenangan seseorang bukan dinilai dari seberapa kuat seseorang bisa melawan atau membalas dengan kemarahan, tetapi justru orang-orang yang menang adalah orang-orang yang mampu bersabar dalam kondisi yang memicu emosi atau kemarahan itu. Rasulullah SAW telah memberi banyak sekali contoh kepada kita semua melalui kisah kehidupannya. Misalnya ketika beliau sehari-hari berangkat untuk ibadah, saat di jalan pasti di ludahin sama salah seorang Yahudi yang tidak suka terhadap Rasulullah, tetapi ketika di lain waktu, Rasulullah bertanya kepada sahabat mengenai orang Yahudi yang sering meludahinya kenapa kok tidak terlihat. Ternyata orang Yahudi tersebut lagi sakit, dan secara luar biasa Rasulullah menjenguknya sehingga membuat orang Yahudi tadi takjub melihat kebaikan dan kesabaran Rasulullah serta membuatnya memeluk Islam. SubhanAllah ya sahabat, ruarr biazzaa (red-mantap kalee). Ternyata bukti kesabaran itu nyata lho, benar khan sahabat.

Begitu juga dengan hal-hal lainnya, seperti Surat Al Anfaal diatas. Hal tersebut membuktikan kepada kita semua mengenai hebatnya bersabar. Abu Sa'id ra. dan abu Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Segala sesuatu yang menimpa seorang muslim, baik berupa rasa letih, sakit, gelisah, sedih, gangguan, gundah-gulana, maupun duri yang mengenainya (adalah ujian baginya). Dengan ujian itu, Allah mengampuni dosa-dosanya." (Muttafaq 'alaih) Bahkan ditambah lagi oleh hadist berikut, Anas ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika Allah menghendaki kebaikan untuk hamba-Nya, Dia menyegerakan hukuman atas dosanya di dunia. Sedangkan jika Allah menghendaki keburukan untuk hamba-Nya, Dia menunda hukuman atas dosanya hingga hari kiamat." Rasulullah juga bersabda, "Besarnya pahala berbanding lurus dengan besarnya cobaan. Jika Allah menyukai suatu kaum, niscaya Dia akan memberinya cobaan. Barangsiapa yang menerimanya, maka ia mendapat ridha Allah, dan barang siapa yang marah terhadapnya, maka ia mendapatkan kemarahan-Nya." (H.R. Tirmidzi. Ia berkata, "Hadits ini hasan")

Jadi sahabat, segala sakit yang kita rasakan saat ini, kesulitan-kesulitan yang menghadang, harus kita anggap semuanya adalah ujian yang sebenarnya juga sebagai pengurang dosa-dosa kita di yaumil akhir nanti. SubhanAllah, ternyata banyak sekali hikmah di balik sabar ya sahabat. Oleh karena itu, mulai saat ini marilah kita semua nyalakan tombol kesabaran kita. Bagi sahabat yang sering marah-marah ndak jelas, ya sekarang must be patient, yang sebelumnya frustasi terus karena menganggap dunia ini banyak kesulitaan, pahami dong bahwa ini adalah ujian, yang sebelumnya banyak ditimpa musibah atau dizalimi, itulah cara Allah mengurangi dosa kita, dan seteruzzznya (red-banyak sekalee). The key is "SABAR", insyaAllah innAllaaha maana.

Posted by
IKEBA

More

Yuk Sahabat, Luruskan Niat

Katakanlah: "Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu memperlihatkannya, pasti Allah mengetahui." Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S. Ali 'Imran : 29)

Bagaimana kabar Sahabat semua? Alhamdulillah baik khan, Iya insyaAllah kita semua masih bisa merasakan banyak sekali ni'mat yang diberikan oleh Allah, baik itu ni'mat Iman, Islam serta sehat wal 'afiat. Oke sahabat kali ini bahasan kita adalah tentang urgensi niat. Yup, pasti sudah faham semua dong apa arti niat, yaitu sesuatu hal yang kita katakan di dalam hati untuk melakukan sesuatu dengan maksud dan tujuan tertentu. Wah ternyata berdasarkan Al-Qur'an surat Ali Imran tersebut jelas dikatakan bahwa Allah mengetahui segala niat kita. Apabila kita melakukakan kebaikan kepada orang lain ternyata itu masih Allah sortir lagi apakah niatnya baik atau tidak, SubhanAllah.

Itulah niat sahabat, berarti niat itu sangat penting ya. Di zaman sekarang ini, ternyata kita semua banyak yang sudah melupakan tradisi dan urgensi niat itu sendiri. Niat merupakan suatu kemauan, tetapi saat ini yang banyak dilupakan orang bukan karena mereka melupakan niat, tetapi mereka melupakan niat yang dilandasi oleh nilai-nilai ibadah. Sebagai contoh, seorang ibu memasak nasi goreng untuk anak-anaknya pada pagi hari. Ibu itu berniat agar anak-anaknya tidak lapar saat jam pelajaran di sekolah. Nah, ibu itu telah berhasil melakukan niatnya, tapi urgensi kenapa ibu harus memasak untuk anaknya belum dapat. Jadi, ibu itu seharusnya membuat nasi goreng untuk anak-anaknya selain agar anak-anaknya bisa belajar dengan baik di sekolah, juga meyakini bahwa hal ini merupakan ibadah kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW dalam hadistnya, "Sesungguhnya amal-amal perbuatan tergantung niatnya, dan bagi tiap orang apa yang diniatinya. Barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya untuk meraih kesenangan dunia atau menikahi wanita, maka hijrahnya adalah kepada apa yang ia hijrahi (HR. Bukhari). SubhanAllah ya Sahabat, oleh karena itu segala aktivitas kita harus kita mulai dengan mengucap basmalah, agar mendapatkan pahala dari Allah SWT. Mau keluar rumah, mau pergi ke sekolah, jalan-jalan, ke rumah teman, memasak, mencuci, sampai memakai pakaianpun harus dengan niat ibadah ya sahabat.

Bahkan ada seorang Al Ustadz mengatakan bahwa kita sebaiknya juga harus memperbanyak niat-niat kita. Mengapa? Tahu nggak sahabat. Yups benar, dengan memperbanyak niat maka kita akan mendapat pahala dari niat yang telah kita canangkan, walaupun niat tersebut kandas atau tidak terlaksana. Example (red-contoh), apabila pada suatu hari kita sedang berada di rumah, kemudian ada seorang yang mengetuk pintu rumah kita, maka kita berniat apabila itu orang fakir miskin maka saya akan berinfak, apabila itu sahabat saya maka saya akan mempersilahkan masuk dan menyuguhkan makanan, apabila dia orang yang tersesat maka saya akan tunjukkan jalan, apabila dia adalah musafir maka saya akan persilakan untuk mempir sejenak, kemudian dimulai dengan basmalah. Setelah membuka pintu ternyata dia adalah sahabat kita, kemudian kita menyuguhkan makanan, insyaAllah kita mendapatkan empat pahala niat tadi seperti kita mengerjakan empat kegiatan itu, walaupun yang terlaksana hanya satu, SubhanAllah ya sahabat, yang dikerjakan hanya satu tetapi dapatnya empat pahala.

Jadi, memang sangat penting ya sahabat apabila kita memperbaiki niat-niat kita dan memperbanyaknya. Dengan demikian kita akan mengerjakan sesuatu, dengan dilandasi ibadah kepada Allah SWT. Ingat, Allah Maha Tahu apa yang ada di hati-hati kita semua. Yuk, kita beralih kepada niat yang ahsan (red-baik) dan memperbanyaknya, niscaya Allah akan memberikan nilai lebih kepada kita semua. Masih ragu sahabat? Jangan ya.

Posted by
IKEBA

More
Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / M. IQbaL Hanafri

We are : Indonesian Blogger / powered by : blogger